Showing posts with label perilaku seks yang aman. Show all posts
Showing posts with label perilaku seks yang aman. Show all posts

Sarung Tangan Medis

Sarung tangan medis terbuat dari lateks, vinyl, nitril, atau polyurethane bersifat impermiabel (tidak tembus) terhadap bakteri dan bahkan virus sehingga dapat digunakan sebagai perlindungan terhadap penularan PMS. Seperti diketahui beberapa PMS seperti herpes dapat menular melalui kontak kulit khususnya jika kulit tidak sehat/terdapat luka.

Pemakaian sarung tangan akan memberikan perlindungan saat melakukan rangsangan alat kelamin ataupun anus dengan tangan atau jari. Untuk kenyamanan sarung tangan juga bisa diberikan pelumas yang berbahan dasar air.

Sarung tangan medis juga bisa dibakai sebagai dental gam untuk perlindungan saat melakukan seks oral, dengan cara menggunting sarung tangan sehingga berbentuk segiempat.

Dental Dam

Alat ini berupa lembaran lateks berbentuk segiempat yang digunakan untuk mencegah penularan PMS saat melakukan seks oral.

Cara pemakaian dental gam adalah dengan menempatkannya diantara mulut dan vulva (vagina) selama seks oral-vagina atau diantara mulut dan anus selama seks anal-oral. Jika memakai pelumas, maka pelumas ditempatkan pada bagian yang menempel dengan vagina atau anus.

Yang perlu diperhatikan selama pemakaian dental gam adalah, jangan pernah membolak-balik letak dental gam dan gunakanlah selalu dental gam yang baru setiap belakukan aktivitas seksual. Jika dental gam tidak tersedia, maka plastic pembungkus bisa dipakai sebagai dental gam , alternative lainnya adalah dengan memakai kondom atau sarung tangan lateks yang dipotong berbentuk segiempat

Kondom Wanita (Female Condom)

Kondom wanita adalah alternatif jika laki-laki tidak mau/ enggan memakai kondom. Hal ini memberikan kesempatan kepada wanita untuk mengambil kendali atas keselamatan mereka diri mereka.

Sebuah kondom wanitat erbuat dari polyurethane dengan bentuk mirip seperti kondom laki-laki tetapi dengan ukuran lebih besar dan mempunyai mempunyai dua cincin fleksibel.

Kondom wanita dimasukkan/ disisipkan kedalam vagina sebelum hubungan seks dimulai. Kondom wanita juga bisa dipakai saat melakukan seks anal tetapi dengan membuang terlebih dahulu cincin bagian dalamnya. Kondom wanita jika dipakai dengan benar akan memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap penularan PMS atau terjadinya kehamilan.

Kondom

Kondom merupakan salah satu alat pencegah penularan PMS dan pencegah kehamilan yang sangat populerdan cukup efektif. Kondom bisa memberikan perlindungan yang sangat efektif jika kondom dipakai dengan cara yang benar dan selalu dipakai sebelum dan selama melakukan hubungan seksual.

Kondom bisa digunakan baik saat hubungan seks melalui vagina, oral seks ataupun anal seks. Kondom tersedia dalam banyak pilihan baik dari sisi aroma, tekstur dan ketebalannya.

Selain kondom untuk pria, saat ini juga telah tersedia kondom untuk wanita yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum hubungan seksual.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondom memberikan perlindungan yang maksimal adalah: pastikan kondom belum kedaluwarsa, pastikan kemasan kondom masih utuh, jangan tempatkan kondom pada suhu panas atau dingin, pakailah kondom dengan benar, dan setelah ejakulasi pegang dasar kondom dan tarik penis saat masih tegang

Seks tanpa penetrasi (non-penetrative seks)

Metode lainnya untuk mencegah penularan PMS adalah melakukan aktivitas seksual tanpa penetrasi yang artinya tidak melibatkan masuknya penis ke organ wanita baik mulut, vagina maupun anus. Contoh aktivitas seksual tanpa penetrasi adalah berdiuman, meraba, meremas, memeluk, masturbasi dengan dibantu oleh pasangannya( mutual masturbation) yang kadang secara keseluruhan disebut "outercourse".

Aktivitas seks tanpa penetrasi secara signifikan bisa mengurangi resiko penularan PMS dan juga mencegah kehamilan jika tidak melibatkan pertukaran cairan tubuh dari satu orang ke pasangannya. Tetapi metode ini mempunyai kelemahan karena tidak dapat mencegah penularan PMS yang bisa menular melalui kontak kulit dengan kulit seperti kutil kelamin (genital wart).

Aktivitas seksual tanpa kontak fisik

Metode seks ini dikenal juga dengan autoeroticism, yaitu aktivitas seksual yang tidak melibatkan kontak fisik atau dilakukan sendiri. Kedengarannya mungkin agak lucu, bagaimana bisa melakukan aktivitas seksual atau mencapai kepuasan seksual tanpa melakukan kontak fisik . Tetapi sebagian orang/pasangan melakukan aktivitas seksual ini, sebagai contohnya adalah melakukan aktivitas seksual melalui telepon yang dikenal dengan telepon seks (phone sex) dan melalui jaringan internet yang disebut cybersex.

Aktivitas lainnya yang tergolong aktivitas seksual tanpa kontak fisik adalah masturbasi karena melakukan stimulasi terhadap dirinya sendiri. Semua aktivitas seksual diatas merupakan aktivitas seks yang aman karena tidak ada resiko penularan PMS. Aktivitas seksual ini bagi kebanyakan orang dewasa bukan merupakan aktivitas seks rutin dan hanya sebagai aktivitas alternatif jika aktivitas seks yang normal tidak memungkinkan untuk dilakukan misalnya karena pasangan seks nya tinggal ditempat yang jauh atau sedang tidak memungkinkan melakukan hubungan seks.

Abstinensia (pantang seks)

Pantang seksual sering dipromosikan sebagai cara yang paling baik untuk menghindari risiko tertular PMS. Metode ini banyak didukung oleh pihak lembaga keagamaan yang mempromosikan untuk tidak melakukan hubungan seks pranikah, menjaga keperawanan, menjaga keperjakaan dan hanya melakukan hubungan seks dengan pasangannya(suami/istrinya) atau monogami.

Meskipun pantang seksual merupakan metode yang efektif untuk mencegah penularan PMS, tetapi tidak memberikan perlindungan 100 persen karena beberapa penyakit yang tergolong sebagai PMS bisa ditularkan melalui cara-cara nonseksual. Sebagai contoh HIV dan hepatitis B dapat ditularkan pada saat membuat tato, tindik badan, atau suntikan jika jarum yang dipakai terkontaminasi oleh virus HIV atau hepatitis B. Beberapa prosedur medis atau tindakan pada gigi juga berpotensi menularkan HIV jika instrument/ alat yang dipakai terkontaminasi oleh virus HIV.

Dapat disimpulkan bahwa abstinensia/pantang seks dapat memberikan perlindungan yang efektif dari resiko penularan PMS jikadidukung oleh perilaku non seksual yang tidak beresiko menularkan PMS.